Qoobah Kontraktor Masjid

BANGUNAN MASJID

Amal seseorang itu tergantung niatnya. Tetapi ganjaran dari amalan bisa lebih besar dari yang dibayangkan oleh manusia. Membangun masjid di dunia sama halnya dengan investasi membangun rumah di surga.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda, “Siapa yang membangun masjid untuk mencari keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala, niscaya Allah Subhanahu Wata’ala akan membangunkan rumah baginya di surga.” Pada riwayat yang lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Allah Subhanahu Wata’ala akan membangunkan bangunan serupa di surga baginya.” (Muttafaq alaih).

Setiap muslim tentunya selalu berusaha mengumpulkan amal-amal saleh untuk investasi bekal kehidupan di akhirat kelak. Namun, beramal juga ada strateginya dan harus cerdas dalam melakukan kebaikan.

Ada dua jenis kebaikan, pertama adalah kebaikan yang ketika dikerjakan pahalanya datang saat itu dan langsung terputus saat itu juga. Kedua, kebaikan yang ketika dikerjakan pahalanya bisa mengalir terus walaupun orang itu sudah meninggal dunia atau biasa disebut amal jariyah.

Pahala besar membangun masjid tidak hanya untuk satu orang pembangun yang menyokong pendanaan secara total, tapi mencakup pembangunan masjid secara kolektif atau iuran. Itu artinya siapa pun yang berkontribusi atas kokohnya bangunan masjid, ia mendapat keutamaan dibangunkan rumah di surga. Syekh Habib Abdurrahman bin Muhammad al-Masyhur menerangkan:

لَوِاشْتَرَكَ جَمَاعَةٌ فِي بِنَاءِ مَسْجِدٍ بُنِيَ لِكُلٍّ مِنْهُمْ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ كَمَا لَوْ أَعْتَقَ جَمَاعَةٌ عَبْداً فَإِنَّ كلُاًّ يَعْتِقُ مِنَ النَّارِ.

“Jika ada sekelompok orang berserikat dalam membangun masjid, maka kelak masing-masing dari mereka mendapatkan istana di surga sebagaimana sebuah komunitas bekerja sama memerdekakan hamba, maka masing-masing terbebas dari neraka” (Habib Abdurrahman bin Muhammad Ba’alawi al-Masyhur, Bughyah al-Mustarsyidin Hamisy Hasyiyah al-Syathiri ‘ala al-Bughyah, cetakan Dar al-Minhaj, juz 1, hal. 482).

Meski memiliki keutamaan dan pahala yang besar, hendaknya membangun masjid didasari atas niat yang baik, seperti mencari ridha Allah, membesarkan syiar agama Islam, menghidupi kegiatan kegamaan, dan sebagainya. Sangat disayangkan bila motivasi membangun masjid karena tujuan-tujuan yang menyimpang seperti mencari popularitas, megah-megahan, memburu kekuasaan, dan lain-lain. Sebab tujuan-tujuan yang salah dapat menghilangkan pahala ibadah sebagaimana dijelaskan oleh para ulama dalam pasal riya (pamer).

Masjid sebaiknya memiliki empat fungsi. Yaitu fungsi peribadatan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Bukan sekadar membangun masjid biasa, tapi sebagai fungsi peradaban, minimal ada fungsi pendidikan, paling tidak ada PAUD, dan TPQ sehingga anak kecil sudah biasa mengenal Al-Qur’an.

Masjid Seperti Apa Yang Anda Inginkan ?

Seperti apapun masjid yang Anda inginkan, segera konsultasikan dengan team Qoobah Kontraktor Masjid. Agar masjid Anda dapat segera terwujud.